Kesalahan Menggunakan Washer Tanpa Cairan Khusus
Washer merupakan sistem yang berguna untuk mencuci kaca bagian depan. Washer bekerja bersama wiper untuk memastikan kaca mobil Anda tetap bersih. Washer akan menyemprotkan cairan pembersih.
Umumnya cairan pembersih yang digunakan khusus diformulasikan agar mudah untuk menyapu kotoran di kaca mobil.
Di dalamnya ada campuran air dengan sabun ringan. Namun terkadang pemilik mobil mengisi washer dengan air biasa atau air keran. Apa yang terjadi jika washer diisi dengan cairan yang tidak sesuai standar? Berikut penjelasannya untuk Anda.
Dampak Menggunakan Washer Tanpa Cairan Khusus
Jika berbicara soal dilarang atau tidak, sebenarnya penggunaan air biasa untuk washer tidak dilarang. Ini karena air tidak mempunyai kandungan zat yang berbahaya. Namun tetap saja ada beberapa dampak yang harus Anda perhatikan. Berikut dampak yang dimaksud:
-
Pembersihan Tidak Optimal
Menggunakan air biasa untuk washer bisa menyebabkan permukaan kaca tidak bersih secara maksimal. Berbeda jika Anda menggunakan cairan khusus bernama wiper fluid.
Sebaiknya cairan untuk washer yang Anda gunakan harus mampu membersihkan minyak yang menempel pada kaca atau efek degreasing.
Sementara itu, air biasa tidak memiliki efek degreasing yang dimaksud. Kotoran berupa minyak pun tetap menempel pada permukaan kaca mobil Anda.
-
Berisiko Terjadi Lumut dan Kerak
Lebih tepatnya lumut dan kerak pada area saluran wiper dan nozzle. Air keran sendiri mengandung mineral, misalnya kaporit.
Nah kandungan tersebut akan meninggalkan endapan lumut atau kerak. Kondisi ini akan meningkatkan risiko penyumbatan pada nozzle wiper, aliran air yang dibutuhkan berkurang, dan seiring waktu bisa merusak komponen.
-
Menyebabkan Bercak pada Kaca
Air biasa, terutama yang mengandung mineral tinggi bisa meninggalkan bercak atau noda putih pada kaca setelah mengering. Bercak tersebut bisa mengganggu visibilitas terutama saat terpapar sinar matahari maupun lampu kendaraan di malam hari.
-
Karet Wiper Cepat Mengalami Kerusakan
Tanpa menggunakan cairan pembersih yang tepat, kotoran yang masih menempel pada kaca dapat ikut tersapu oleh wiper. Kondisi tersebut bisa menyebabkan karet wiper bekerja lebih berat dan akhirnya meningkatkan risiko keausan lebih cepat.
-
Muncul Bau Tidak Sedap
Air yang Anda biarkan terlalu lama di dalam tangki washer juga bisa menyebabkan bau apek karena adanya pertumbuhan lumut atau bakteri. Saat washer Anda gunakan, bau tersebut bisa ikut tercium pada sekitar kaca depan mobil Anda.
-
Tidak Membantu Mengurangi Gesekan Wiper
Cairan washer khusus biasanya mengandung bahan yang membantu mengurangi gesekan antara karet wiper dengan kaca.
Apabila hanya menggunakan air biasa, gesekan bisa terasa lebih kasar dan wiper berpotensi menimbulkan suara berdecit saat Anda menggunakannya.
-
Menimbulkan Lumut di Tangki Washer
Selain pada nozzle dan saluran wiper, lumut juga bisa muncul pada tangki washer. Ini terjadi jika Anda hanya menggunakan air biasa dalam waktu yang lama.
Terutama jika airnya tidak steril. Kondisi tersebut menyebabkan lumut atau endapan mikroorganisme bisa muncul di dalam tangki washer.
Lama kelamaan, endapan tersebut mengganggu aliran cairan menuju nozzle dan selang. Akibatnya sistem washer bisa tersumbat atau semprotan menjadi tidak lancar.
Walaupun penggunaan air biasa masih dapat digunakan dalam kondisi darurat, tetapi penggunaan cairan washer khusus tetap menjadi tindakan yang sangat disarankan.
Cairan washer dirancang khusus untuk membersihkan kaca sekaligus melindungi komponen sistem washer mobil Anda. Ingin mendapatkan tips membersihkan mobil Anda lebih banyak? Kunjungi http://indomobilsuzukidealer.co.id.