Rem Terasa Berbeda Pasca Lebaran? Ini Penyebabnya
Pernah Anda merasakan perbedaan kondisi pada rem mobil setelah melakukan perjalanan jauh? Jika iya, maka Anda harus waspada. Karena bisa menandakan terjadi masalah pada rem mobil Anda.
Ada beberapa gejala umum yang bisa terjadi ketika rem mobil Anda mengalami masalah. Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan informasinya. Silakan disimak.
Penyebab Rem Mobil Berbeda Setelah Lebaran
Rem mobil yang mengalami perubahan kondisi umumnya ditandai dengan pedal rem mobil yang rasanya lebih empuk, lebih dalam, dan daya cengkramnya melemah saat Anda menginjak rem mobil.
Kondisi tersebut bisa muncul saat Anda berkendara di turunan yang panjang, jalanan macet, dan menggunakan rem mobil secara terus menerus. Apa yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi?
-
Sistem Rem Mobil yang Panas
Salah satu penyebab rem mobil mengalami gejala yang dalam, empuk, dan penurunan daya cengkeram adalah karena sistem rem yang sedang panas.
Rem mobil bekerja dengan gaya gesekan. Ketika gesekan terus menerus terjadi maka suhu rem akan panas sekali.
Kondisi tersebut bisa menurunkan efektivitas pengereman karena kampas rem panas. Saat kampas rem suhunya meningkat secara drastis, kemampuan cengkeram pada cakram pun ikut turun.
Akibatnya, walau Anda menginjak pedal rem mobil dengan dalam, responnya terasa lemah. Secara teknis, koefisien gesek dari kampas menurun karena materialnya panas sekali.
-
Minyak Rem Mobil yang Suhunya Tinggi
Minyak rem yang suhunya sangat panas bisa mendidih dan akhirnya menghasilkan uap udara pada sistem rem mobil.
Uap tersebut menyebabkan tekanan hidrolik tidak bisa tersalur secara sempurna pada kaliper rem.
Kondisi tersebut akan menyebabkan pedal terasa empuk setelah Anda melakukan perjalanan jauh.
Sebaiknya Anda tidak membiarkan kondisi ini karena bisa menyebabkan rem blong. Segera lakukan pengecekan apabila Anda merasakan gejala di atas.
-
Kampas Rem Mobil Menipis
Kondisi ini ditandai dengan munculnya suara mobil yang mendecit. Tipisnya kampas rem dipengaruhi oleh usia pemakaian.
Selain itu bisa juga dipengaruhi oleh kualitas kampas rem. Jika kualitas tidak baik, walaupun kampasnya masih tebal bisa tetap mendecit.
-
Kebocoran pada Booster Rem Mobil
Penyebab rem mobil bermasalah selanjutnya adalah terjadi kebocoran pada booster rem. Kondisi ini menyebabkan rem mobil Anda terasa keras ketika Anda injak.
Kebocoran pada booster rem tersebut bisa berasal dari slang vakum atau sil booster. Jika sil booster rem mengalami kebocoran, maka komponen booster rem tidak bisa melipatgandakan tekanan rem mobil ketika diinjak.
-
Master Rem yang Sudah Mengeras
Biasanya jika sil-sil master rem mobil sudah mengeras, rem akan kurang pakem. Pengerasan tersebut dapat menyebabkan kebocoran.
Nah ketika kebocoran terjadi, tekanan fluida pada rem mobil bisa berkurang sehingga rem menjadi kurang pakem.
Merawat Rem Mobil agar Kinerjanya Optimal
Perawatan rem mobil dapat Anda lakukan dengan melakukan hal-hal berikut ini:
-
Pengecekan ketebalan kampas rem dan kondisi minyak rem. Anda bisa melakukannya saat perawatan rutin setiap 6 bulan atau per 10.000 kilometer.
-
Membersihkan kampas dan kaliper rem. Setelah dibersihkan dengan cairan khusus, Anda harus memberikan pelumas agar tidak mudah panas.
-
Mengganti minyak rem setiap 3 tahun atau per 60.000 kilometer sekali.
-
Membubut piringan rem yang permukaannya tidak rata.
-
Segera bawa ke bengkel ketika mendengar suara tidak normal
Rem mobil merupakan salah satu sistem yang sangat penting untuk keselamatan selama berkendara. Kondisinya bisa saja menurun setelah mobil melakukan perjalanan jauh.
Maka dari itu Anda harus melakukan pengecekan. Bisa Anda lakukan sendiri atau ke bengkel resmi Suzuki untuk pemeriksaan menyeluruh.