Kesalahan Memahami Auto Brake Hold pada Mobil

icon 23 June 2026
icon Admin

Mobil-mobil keluaran terbaru menawarkan fitur bernama auto brake hold. Saat menggunakan fitur tersebut, maka mobil akan secara otomatis menahan pengereman setelah mobil Anda berhenti sempurna. 

Dengan begitu, kendaraan Anda tetap diam walaupun kaki sudah tidak menekan pedal rem. Adanya auto brake hold sangat membantu saat Anda berada di lalu lintas padat yang mengharuskan Anda sering berhenti dan jalan. 

Dengan memanfaatkan auto brake hold, kaki Anda akan terhindar dari rasa lelah. Namun dalam beberapa kasus auto brake hold tidak digunakan secara tepat. Apa saja kesalahan yang dimaksud?

Kesalahan Menggunakan Auto Brake Hold  

Walaupun auto brake hold ini praktis tetapi masih banyak yang kurang memahami cara penggunaan fitur ini sehingga berpotensi mengurangi kenyamanan berkendara atau mempercepat keausan komponen tertentu. 

Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi saat menggunakan auto brake hold:

  1. Menganggap Auto Brake Hold Sama dengan Rem Parkir 

Auto brake hold hanya berfungsi menahan kendaraan sementara saat berhenti. Fitur ini bukan pengganti rem parkir. Saat parkir, terutama di jalan menanjak atau menurun Anda tetap perlu mengaktifkan rem parkir untuk menjaga keamanan kendaraan. 

  1. Tidak Memahami Indikator pada Panel Instrumen 

Sebagian dari Anda mungkin hanya menekan tombol auto brake hold tanpa memperhatikan indikator yang muncul di panel instrumen. Akibatnya, Anda mengira fitur sudah aktif padahal belum berfungsi atau sebaliknya. 

  1. Mengandalkan Auto Brake Hold Saat Berhenti Lama 

Untuk kondisi berhenti dalam waktu lama, seperti parkir atau menunggu dalam durasi panjang, sebaiknya Anda menggunakan rem parkir. Mengandalkan auto brake hold secara terus menerus bukanlah fungsi utamanya. 

  1. Tidak Membiasakan Posisi Kaki yang Benar 

Beberapa pengemudi masih refleks menginjak rem terlalu keras atau berpindah-pindah pedal secara tergesa-gesa karena belum terbiasa menggunakan auto brake hold. Hal ini bisa menyebabkan pengalaman berkendara terasa kurang nyaman. 

  1. Mengabaikan Kondisi Sistem Rem 

Karena fitur auto brake hold bekerja melalui sistem pengereman kendaraan, kondisi rem yang kurang optimal dapat memengaruhi kinerjanya. 

Oleh karena itu, pemeriksaan kampas rem, minyak rem dan komponen pendukung lainnya tetap perlu Anda lakukan secara berkala. 

Penggunaan Auto Brake Hold dengan Benar 

Fitur auto brake hold sendiri ideal untuk digunakan pada kondisi seperti kemacetan panjang, lampu merah, dan antrean tol. Agar Anda bisa memanfaatkan fitur secara maksimal, berikut cara mengaktifkannya:

  1. Pakai sabuk pengaman terlebih dahulu 

  2. Nyalakan mesin kendaraan agar fitur dapat Anda aktifkan

  3. Tekan tombol auto brake hold sampai lampu indikator menyala hijau dengan tulisan brake hold menyala. Informasi tersebut menandakan bahwa fitur siap Anda gunakan. Pengaktifan tombol bisa Anda lakukan saat mobil berhenti atau jalan. 

  4. Apabila Anda sudah menekan pedal rem dan mobil berhenti sempurna, maka indikator fitur (A) akan menyala. 

Indikator huruf tersebut ada di bawah indikator brake hold yang sebelumnya sudah menyala. Huruf A sebagai tanda sistem sedang bekerja menahan rem. 

  1. Setelah indikator huruf A sudah menyala, Anda bisa melepas kaki dari pedal rem. Mobil akan diam.  Sistem mampu menahan mobil hingga 10 menit atau sampai pedal gas Anda injak kembali. 

Kehadiran auto brake hold memberikan kenyamanan pada Anda terutama di area perkotaan yang macet. Pastikan memahami penggunaan secara tepat agar Anda bisa memanfaatkannya secara optimal. 

Pelajari terlebih dahulu cara mengakitfkannya dan hindari kesalahan-kesalahan di atas. Ingin mendapatkan informasi fitur canggih mobil lainnya? Anda bisa mengunjungi http://indomobilsuzukidealer.co.id.